10 Kesalahan yang Sering dilakukan Dalam Berbisnis Franchise

10 Kesalahan yang Sering dilakukan Dalam Berbisnis Franchise

Franchise atau warabala merupakan sebuah bisnis yang kerap kali diincar bagi para wirausahawan yang baru pertama kali menekuni bisnis. Ada beberapa hal yang membuat bisnis Franchise ini sangat cocok sekali diterapkan bagi para pemula yang notabene belum memahami benar dunia bisnis yang sejatinya. Hal-hal tersebut diantaranya adalah, bisnis Franchise atau Waralaba ini sangat mudah sekali untuk dijalankan. Selain itu, model usaha ini juga memiliki lahan promosi yang mudah dan luas, karena pada umumnya jenis usaha ini sudah sering sekali didengar oleh masyarakat. Tak heran jika bisnis Franchise ini kerap kali menjadi incaran para wirausahawan yang hendak berkutat di dunia bisnis.

Sekilas bisnis Franchise ini terbilang mudah, hanya perlu memilih franchise kemudian mulai berinvestasi hingga menunggu keuntungan datang. Saking banyaknya para calon wirausahawan yang tertarik dengan kemudahan bisnis Franchise ini membuat banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, wajib bagi Anda selalu waspada dan menggali pengetahuan sebanyak mungkin mengenai bisnis Franchise ini. Apalagi ketika dana investasi itu berasal dari hasil pinjaman atau dana patungan, mau tidak mau ketika digunakan Anda akan memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menggantinya.

Nah, karena sistem kerja yang mudah tak jarang banyak sekali wirausahawan yang terlalu cepat dalam mengambil sebuah keputusan. Karena dianggap menjanjikan banyak sekali wirausahawan yang mengelontorkan seluruh uangnya demi kelangsungan bisnis tanpa berpikir panjang dan akhirnya mengalami kerugian. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam berbisnis Franchise oleh wirausahawan yang baru saja berkutat di dunia bisnis ini. Lantas apa saja jenis kesalahan serta solusi yang harus dilakukan? Inilah rangkuman mengenai 10 kesalahan yang dilakukan dalam bisnis franchise beserta solusinya.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Dalam Berbisnis Franchise Beserta solusinya

1. Hindari pembelian franchise karena mengikuti trend

Sebagai calon entrepreneur biasanya keinginan untuk membeli franchise yang sedang booming atau kekinian di kalangan masyarakat cukup besar. Bahkan beberapa waktu belakangan ini banyak sekali franchise yang menawarkan beberapa jasa. Diantaranya seperti jasa laundry, jasa makanan, jasa biro perjalanan serta sederet jasa lainnya dengan hasil yang cukup menjanjikan.

Namun tahukah bahwa hal tersebut merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan dalam bisnis franchise. Menurut seorang pakar warabala bernama Sean Kelly mengatakan bahwa salah satu keuntungan membeli franchise ini adalah memilih bisnis yang sudah berjalan selama beberapa tahun. Pasalnya bisnis yang sudah berjalan beberapa tahun ini sudah terbukti ketahanannya dalam melewati setiap kondisi ekonomi yang terjadi.

2. Hindari pengubahan sistem kerja bisnis Franchise

Dalam menjalankan bisnis franchise tidak boleh menerapkan sistem kebebasan namun terapkanlah sistem kesesuaian serta keseragaman sehingga secara otomatis akan membentuk sistem kerja yang selaras. Meskipun secara teknis Anda adalah pemimpin dari bisnis franchise ini namun usaha franchise yang Anda geluti tersebut bukan sepenuhnya milik Anda.

Maka tak heran jikalau segala sistem serta kendali dalam menjalankan usaha ini harus dirundingkan dengan franchesor terlebih dahulu. Tak hanya itu Anda juga harus mengikuti aturan yang dibuat oleh franchisor.

3. Bisnis Franchise juga memiliki peluang gagal

Sama seperti pelaku bisnis konvensional lainnya para pelaku bisnis franchise ini juga memiliki peluang gagal yang sama. Banyak mitos yang beredar bahwasannya pelaku bisnis franchise akan mengalami tingkat kegagalan yang rendah dibanding dengan pelaku bisnis konvensional. Namun pada kenyataannya kedua jenis bisnis ini sama-sama memiliki peluang gagal yang besar. Bahkan menurut pakar warabala di Amerika Serikat kegagalan bisnis franchise ini mencapai 85%.

4. Hindari kepercayaan sepenuhnya terhadap ranking, penghargaan serta liputan

Dalam mencari investor franchise terkadang para franchisor kerap menggunakan stategi public reaction (PR) melalui website atau liputan media. Oleh sebab itu Anda sangat dianjurkan untuk tidak mempercayai penghargaan serta rangking yang disertakan dalam liputan atau website tersebut secara langsung. Lakukanlah survey serta pengecekan testimoni para pelanggan secara lansgung. Setelah itu pahami dengan seksama ketentuan, syarat serta perhitungan secara matang.

5. Mencari real testimony dari pelanggan di website

Banyak sekali franchisor yang mencantumkan informasi serta testimoni pelangganya di website atau liputan media. Melalui website inilah Anda bisa melakukan riset secara langsung terhadap testi para pelanggan. Meskipun testimoni yang diberikan tidak 100% akurat namun setidaknya dapat dijadikan tolok ukur.

6. Dalam membahas kontrak franchise gunakanlah jasa penasehat hukum

Kontrak dijadikan sebagai landasan serta aturan dalam menjalankan bisnis franchise. Jangan sampai uang yang telah Anda gelontorkan memicu kerugian akibat sikap acuh yang diterapkan dalam membahas sebuah kontrak. Oleh sebab itu gunakanlah jasa penasehat hukum atau pengacara ketika membahas sebuah kontrak besar.

7. Hati-hati dengan pengacara yang gratis

Di Amerika ternyata sudah banyak pelatihan-pelatihan konselor gratis yang sengaja diberikan pelatihan untuk menjaring investor franchise supaya membeli sebuah franchise dari para franchisor atau pemilik franschise. Nantinya para konsultan gratis tersebut akan mendapatkan keuntungan dari para pemilik franschise ketika berhasil menjualkan bisnisnya.

8. Pemilik Franchise memiliki kendali penuh

Pada umumnya untuk menjalankan sebuah bisnis franchise ini ada aturan-atauran tertentu yang memberikan kekuatan dan wewenang kepada pemilik franschise untuk melakukan pengadaan barang. Tak hanya itu para franchisor juga memiliki wewenang untuk meminta dana kepada investor untuk membeli peralatan baru, meningkatkan biaya pemasaran hingga memotong jumlah lini produksi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu sebagai investor franchise Anda harus memahami bahwa pemilik franchise memiliki peran andil yang banyak.

9. Jangan mengarapkan bantuan pemerintah

Pemerintah sebenarnya juga memiliki deretan peraturan-peraturan khusus terkait bisnis franchise. Namun meskipun demikian pembeli franchise tidak dianggap pembeli oleh pemerintah namun dianggap sebagai entrepreneur yang akan menanamkan modalnya dalam menjalankan suatu bisnis.

10. Franchisor untung meskipun pembeli franchise merugi

Meskipun bisnis franchise yang ditekuni dengan para pembeli franchise mengalami kerugian yang berarti, namun hal tersebut hanya berlaku bagi para pembeli franchise semata. Lain halnya dengan para pemilik franchise yang jutsru bisa mendapatkan keuntungan yang berlimpah meskipun bisnis franchise yang ditekuninya mengalami kerugian.

Nah bagaimana apakah Anda bisa memahami dengan pasti kesalahan-kesalahan yang kerap dialami oleh para pembeli franchise? Tentunya dengan mengetahui terlebih dahulu kesalahan apa saja yang sering terjadi kita akan lebih berhati-hati dan terhindar darinya. Sehingga bisnis pun dapat berjalan dengan lancar dan memberikan penghasilan lumayan.

Jika Anda berminat dengan bisnis franchise ini mungkin usaha kue balok bisa Anda jadikan alternatif untuk memulai usaha franchise ini pada tahap awal. Pasalnya kue tradisional khas Jawa barat ini selain populer tentunya juga sudah dikenal oleh banyak orang. Tak heran jikalau kue balok ini kerap menjadi cemilan yang paling dicari. Semoga bermanfaat, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *